Peradaban 2.0
Friday, May 21, 2010
Bumi adalah rumah kita
Bumi adalah planet yang jaraknya ke tiga dari Matahari di tata surya, hanya satu-satunya planet yang memungkinkan adanya kehidupan dan rumah bagi manusia. Dari luar angkasa bumi terlihat seperti planet seperti kelereng berwarna biru dengan bentuk awan mengaduk-aduk yang mengapung di atas biru laut. Sekitar 71 persen dari bumi adakah permukaan air, itu adalah sumber kehidupan untuk hidup. Tempat istirahat adalah daratan, bentuk yang paling kenaikannya diatas lautan.
Wednesday, May 19, 2010
Kajaolaliddo - Ahli Filsafat Bone tahun 1500-an
Perihal suap, negeri kita sudah memiliki para negarawan jujur di jamannya, menurut saya lebih humanis dari pemikir barat seperti Machiaveli.
Di negeri Bugis, pada abad ke-16, Kajaolaliddo dari Bone mengungkapkan, salah satu tanda kehancuran suatu negara ialah bila hakim menerima suap, malai passosok pabbicaraé, atau naénréki waramparang to mabbicaraé.
Karena itu bila seorang hakim, pabbicara, menerima suap, ia dihukum tujuh kali lipat dibanding dengan pejabat biasa yang menerima suap.
Dari Addatuang Sidenreng dikenal hakim Nénék Mallomo dan dari Kerajaan Balannipa Mandar dikenal seorang Ketua para hakim, Pabbicara Kaiyyang. Keduanya tegas dan teguh berpegang pada prinsip hukum (panngaderreng), menghukum mati anak kandungnya sendiri.
Dari Kerajaan Soppeng, Datu La Basok Toakkarangeng memimpin persidangan yang mengadili, menghukum, dan mengeksekusi La Basok Toakkarangeng (dirinya sendiri). Dari Kerajaan Tosiwalu, dikenal Hakim perempuan, I Tenribali yang menjatuhkan vonis mati kepada adik kandungnya sendir.
Di negeri Bugis, pada abad ke-16, Kajaolaliddo dari Bone mengungkapkan, salah satu tanda kehancuran suatu negara ialah bila hakim menerima suap, malai passosok pabbicaraé, atau naénréki waramparang to mabbicaraé.
Karena itu bila seorang hakim, pabbicara, menerima suap, ia dihukum tujuh kali lipat dibanding dengan pejabat biasa yang menerima suap.
Dari Addatuang Sidenreng dikenal hakim Nénék Mallomo dan dari Kerajaan Balannipa Mandar dikenal seorang Ketua para hakim, Pabbicara Kaiyyang. Keduanya tegas dan teguh berpegang pada prinsip hukum (panngaderreng), menghukum mati anak kandungnya sendiri.
Dari Kerajaan Soppeng, Datu La Basok Toakkarangeng memimpin persidangan yang mengadili, menghukum, dan mengeksekusi La Basok Toakkarangeng (dirinya sendiri). Dari Kerajaan Tosiwalu, dikenal Hakim perempuan, I Tenribali yang menjatuhkan vonis mati kepada adik kandungnya sendir.
Friday, March 26, 2010
Subscribe to:
Comments (Atom)